Maraknya bencana di Tanah Air, mendorong sejumlah mahasiswa jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkreasi. Mereka menciptakan prototype robot mobil pencari korban bencana.

“Robot ini bisa mendeteksi keberadaan manusia dengan menggunakan kamera infrared yang bisa memindai suhu badan manusia,” ujar Syaifullah Filard Lafifan, salah satu mahasiswa, saat ditemui wartawan di Gedung Rektorat UNS, Kamis (9/1).

Para pembuatnya robot lainnya, Taufik Widyastomo dan Nada Sydza Azizah sempat memperagakan penggunaan robot tersebut. Mereka menggerakkan mobil tersebut melalui laptop. Sebagai penghubung dengan laptop, mobil tersebut dipasang ponsel. Untuk sementara, mereka masih menggunakan jaringan internet wifi ponsel sehingga hanya bisa 10 meter jarak operasional nya.

Ke depan akan menggunakan pemancar portable agar bisa digunakan seluas-luasnya. Pihaknya tidak menggunakan gelombang radio karena belum bisa menerima data gambar.

Ia menjelaskan, roda robot tersebut didesain seperti tank. Saat ini, prototipe tersebut masih berukuran kecil. Nantinya robot tersebut akan dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintas medan sulit, seperti saat tanah longsor atau di jurang dengan bahannya alumunium dan karbon. Baterai DC berkapasitas 27 ribu mAh, agar bisa bertahan sampai 6 jam.

Robot tersebut juga dipasangi kamera dan infra merah sehingga bisa mendeteksi suhu tubuh. Menurutnya, manusia akan terlihat berwarna merah-kuning saat dideteksi menggunakan infra merah. Bahkan bisa diketahui juga kondisi korban masih hidup atau sudah meninggal.

Untuk merakit prototype robot ini di butuhkan waktu 3 bulan, dan dananya tidak sampai Rp2 juta.
Selain melakukan survei terlebih dahulu, robot ini juga bisa membawa first aid kit agar korban yang masih bernyawa bisa bertahan. Mereka juga masih mengembangkan agar robot bisa digunakan berkomunikasi dua arah. Saat ini robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan.

Taufik menambahkan, ide awal pembuatan robot tersebut ialah karena keterbatasan manusia untuk mencapai lokasi bencana. Robot tersebut berguna untuk mengetahui keberadaan korban.